Lompat ke isi utama

Berita

Rapat Kehumasan Bawaslu Maros: Humas Harus Cerdas dan Terukur

Anggota Bawaslu Sulsel

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Sulsel, Alamsyah saat memberikan arahan dalam Rapat Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi, di Ruang Media Center Bawaslu Kabupaten Maros, Rabu 7 Mei 2025

Maros, Bawaslu Kabupaten Maros - Membangun citra positif lembaga di mata publik tidak terlepas dari peran optimal bidang hubungan masyarakat, sehingga strategi pengelolaan dan kerja-kerja kehumasan perlu diperkuat untuk kemajuan dan perkembangan humas di masa yang akan datang.

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Alamsyah di hadapan Ketua dan Anggota, Kepala Sekretariat, Kasubag dan Staf Bawaslu Kabupaten Maros, saat memberikan arahan dalam Rapat Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi, di Ruang Media Center Bawaslu Kabupaten Maros, Rabu (7/5/2025).

Menurutnya, Humas merupakan pilar strategis dan memainkan peran penting serta harus cerdas merespon isu berkembang. Memastikan kerja-kerja Bawaslu dapat disampaikan kepada publik secara baik dan edukatif melalui saluran komunikasi kontemporer.

Alamsyah menyebut beberapa hal yang penting dilakukan dalam memperkuat memperkuat peran dan fungsi kehumasan Bawaslu, termasuk dalam konteks capaian dilakukan secara terukur agar bisa menilai apakah kehumasan bagus, tepat sasaran, efektif atau hanya sekedar menjalankan instruksi kelembagaan.

"Kerja-kerja kehumasan harus terukur sesuai pedoman Perbawaslu nomor 14 tahun 2024 tentang tata kelola kehumasan, dan SK 311 tahun 2024 tentang pedoman manajemen krisis yang hendaknya perlu dipahami oleh jajaran Bawaslu khususnya bidang kehumasan", ujarnya

"Tata kelola kehumasan tidak hanya bicara soal tahapan namun juga non tahapan. Capaian kehumasan sendiri dapat dilihat dari kepuasan publik, puas dan kepercayaan nya baik," terang Alamsyah.

Lebih dia menjelaskan, wajah Bawaslu saat non tahapan tergantung dengan kerja kehumasan. Humas harus memiliki Cara untuk menyajikan data agar dapat dipercaya oleh publik.

"Mewartakan apa yg dilakukan agar diketahui publik baik masa tahapan dan non tahapan. Masa merawat kesadaran tumbuh dan bergerak saat non tahapan dan ujian nya saat masa tahapan. Sehingga dalam hal ini humas harus punya fungsi signifikan, " pungkasnya. 

Foto: Biar Khadijah

Penulis dan Editor: Satria Sakti