Bawaslu Maros Tegaskan Komitmen dalam Menangani Kampanye Hitam dan Hoaks di Pemilu 2024
|
Maros, 3 Oktober 2024 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maros berkomitmen untuk menangani isu-isu negatif yang kerap muncul selama masa pemilihan. Anggota Bawaslu Maros, Saiyed Mahmuddin Assaqqaf, menegaskan bahwa kampanye hitam dan penyebaran hoaks berpotensi mengganggu stabilitas dan kredibilitas proses pemilihan.
"Kami di Bawaslu sangat serius dalam menangani isu-isu negatif yang sering muncul selama pemilu. Kampanye hitam dan hoaks bisa mengganggu stabilitas dan kredibilitas proses pemilihan. Oleh karena itu, kami berupaya memperkuat kolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan langkah-langkah pencegahan yang efektif,” ujar Mahmuddin.
Bawaslu Maros menegaskan bahwa salah satu fokus utama mereka adalah pencegahan penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat.
"Kami akan meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran hoaks dan informasi negatif. Tujuannya adalah meminimalkan dampak buruk dan menjaga agar pemilu berlangsung dengan kondusif." tambah Mahmuddin.
Sebagai langkah konkrit, Bawaslu Maros akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pengawasan Isu Negatif pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Pokja ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan pengumpulan dan analisis data isu negatif, penelusuran, serta pengawasan secara langsung maupun melalui media komunikasi publik.
Selain itu, Pokja ini juga akan menyusun kajian dan menindaklanjuti temuan atau laporan terkait isu negatif yang muncul selama proses pemilihan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan pengaruh negatif yang dapat merusak integritas dan transparansi Pemilu Serentak Tahun 2024.
Dengan kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan para stakeholder, diharapkan proses pemilihan berjalan dengan aman, jujur, dan adil, serta bebas dari pengaruh kampanye hitam dan hoaks yang merugikan.