Bawaslu Maros Perkuat Komunikasi Publik melalui Informasi Pengawasan Pemilu yang Bernilai
|
Maros, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak cukup hanya cepat dan akurat, tetapi juga harus mampu memberikan pemahaman tentang pentingnya pengawasan Pemilu dan demokrasi.
Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Maros terus memperkuat kapasitas kehumasan agar setiap informasi yang dipublikasikan tidak sekadar menjadi dokumentasi kegiatan, melainkan menghadirkan narasi yang bernilai bagi masyarakat.
Ketua Bawaslu Maros, Sufirman menegaskan bahwa kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap kerja-kerja pengawasan pemilu. Karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan harus mampu menjelaskan substansi, tujuan, dan manfaat pengawasan, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui kegiatan Bawaslu, namun juga memahami perannya dalam mengawal proses demokrasi.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kemampuan kehumasan agar setiap informasi yang disampaikan tidak berhenti pada dokumentasi kegiatan, tetapi mampu menghadirkan narasi yang bernilai di publik. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang mudah dipahami, relevan, dan memberikan manfaat," kata Sufirman. dalam kegiatan Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi di Media Center Bawaslu Kabupaten Maros, Kamis (23/7/2026),
Menurutnya, komunikasi publik yang berkualitas menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas Pemilu.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin dinamis.
Kegiatan itu juga menghadirkan jurnalis Kompas TV, Asis Hamid, untuk mengasah keterampilan tim kehumasan Bawaslu Maros dalam mengolah seluruh agenda kerja dan pengawasan menjadi berita yang informatif, akurat, serta menarik bagi masyarakat.
Dalam paparannya, Asis Hamid menekankan pentingnya perubahan pola pikir humas dari sekadar pencatat kegiatan menjadi penyedia informasi publik yang adaptif. Dia juga membekali peserta dengan empat teknik utama penulisan rilis berita yakni: Memahami Peran Humas, Menemukan Nilai Berita (News Value),Teknik Menulis Rilis, dan Mengemas Rilis Menarik.
"Rilis berita humas yang efektif tidak hanya sekedar rilis berita saja, tetapi harus mampu menyampaikan pesan pengawasan pemilu secara jernih dan edukatif kepada publik," kata Asis.
Bagi Bawaslu Maros, kehumasan merupakan bagian dari pelayanan publik. Karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi pengawasan pemilu yang akurat, mudah dipahami, dan bernilai.
Penulis: Idham Halim Chaidir
Foto: Niar Khadijah
Editor: Satria Sakti