Bawaslu Maros Ajak Pemuda Masjid Jadi Penjaga Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif
|
Maros, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Menjaga demokrasi bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu. Generasi muda, termasuk pemuda masjid, memiliki peran penting dalam menanamkan integritas, dan mendorong masyarakat menolak segala bentuk kecurangan dalam proses demokrasi.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Maros, Saiyed Mahmuddin Assaqqaf, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) I Angkatan XXV yang diselenggarakan BKPRMI Kabupaten Maros di Masjid Nurul Istiqlal, Kaemba Jaya, Kecamatan Marusu, Sabtu (10/10/2026).
Dalam pemaparannya, Mahmuddin menegaskan bahwa nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang ditanamkan melalui aktivitas keagamaan harus tercermin pula dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi. Menurutnya, pemuda masjid tidak cukup hanya memahami nilai-nilai moral, tetapi juga perlu mengambil peran ketika menemukan praktik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.
“Kemenangan yang diperoleh melalui kecurangan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Pemuda masjid harus memiliki keberanian moral untuk menjaga kejujuran dan mengajak masyarakat membangun demokrasi yang berintegritas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengawasan partisipatif menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam menjaga kualitas pemilu. Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari membangun kesadaran di lingkungan masing-masing, menyebarluaskan informasi yang benar.
“Dari masjid kita belajar tentang amanah, dari organisasi kita belajar kepemimpinan, dan melalui pengawasan partisipatif kita menjaga masa depan demokrasi,” pesannya.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, para peserta juga mengikuti Ikrar Pemuda Masjid Penjaga Demokrasi. Ikrar ini menjadi bentuk komitmen untuk menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat serta pelaksanaan demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Maros mendorong pemuda masjid untuk tidak hanya menjadi bagian dari komunitas keagamaan, tetapi juga mengambil peran sebagai penggerak kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
Penulis dan foto: Idham Halim Chaidir
Editor: Satria Sakti